Membangun Semangat Kebangkitan Nasional melalui Pendidikan

Membangun Semangat Kebangkitan Nasional melalui Pendidikan

Blog Hits: 566

BANDUNG, DISDIK JABAR - Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Kebangkitan nasional merupakan masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kebangkitan nasional ditandai dengan lahirnya organisasi sosial pertama di Indonesia pada 20 Mei 1908, Budi Utomo. Lahirnya organisasi tersebut, dinilai sebagai titik awal dimulainya kebangkitan nasional untuk melanjutkan perjuangan bangsa dengan strategi baru yang berbeda dari sebelumnya. Strategi perjuangan baru itu dilakukan melalui organisasi yang dipimpin oleh kaum intelektual dengan rasa persatuan dan kebangsaan yang mulai tumbuh.

Kelahiran Budi Utomo sebagai Tonggak Kebangkitan Nasional

Berawal dari dampak politik etis, Budi Utomo sebagai organisasi pertama pada masa pergerakan Indonesia, bebas dari prasangka keagamaan, namun lebih pada peningkatan pendidikan dan kebudayaan. Oleh karena itu, program utama dari Budi Utomo adalah usaha perbaikan pendidikan dan pengajaran. Program yang lebih bersifat sosial tersebut, mendorong Budi Utomo mengadakan kongres pertamanya di Yogyakarta pada 5 Oktober 1908. Kongres tersebut menghasilkan tujuan organisasi Budi Utomo, yakni kemajuan yang harmonis antara bangsa dan negara, terutama dalam memajukan pendidikan, pertanian, peternakan dan dagang, teknik, industri serta kebudayaan.

Peran Pendidikan dalam Membangun Semangat Kebangkitan Nasional

Bercermin dari perjuangan Budi Utomo, membangun semangat kebangkitan nasional saat ini dimulai dari kepedulian terhadap dunia pendidikan. Dengan demikian, akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Penciptaan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas tersebut, tentu harus diimbangi dengan upaya pembangunan ekonomi bangsa yang mandiri. Oleh karenanya, membangun semangat kebangkitan bangsa harus dilakukan bersama oleh seluruh elemen bangsa dengan komitmen nasionalisme. Lebih dari itu, bangsa Indonesia harus menyadari pentingnya kualitas sumber daya manusia. 

Kesadaran tersebut kemudian memacu semangat perjuangan bangsa Indonesia -- yang awalnya berupa perjuangan fisik -- berubah menjadi perjuangan melalui jalur pendidikan dan intelektual.

Dengan demikian, kaum terdidik dan terpelajar memiliki peran penting dalam membangun kebangkitan nasional. Mereka merupakan agen penting dalam membangun semangat kebangkitan nasional yang merupakan kontribusi berkelanjutan mulai tahun 1908, Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945) serta Pancasila dan UUD 1945 (18 Agustus 1945).***

 

Oleh Rury Yuliatri

Tulisan dilansir dari https://rumahjuara.com.

 

Print

Related Articles

Penulisan Idulfitri yang Benar

Penulisan Idulfitri yang Benar