Penulisan Idulfitri yang Benar

Penulisan Idulfitri yang Benar

BANDUNG, DISDIK JABAR - Tak terasa, beberapa hari lagi umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah. 

Hari Raya Idulfitri merupakan momen spesial bagi kita umat Islam. Idulfitri bisa direfleksikan sebuah kemenangan atas perjuangan sebulan penuh menahan hawa nafsu.

Ditandai gema takbir yang berkumandang memenuhi langit dan bumi menyongsong Idulfitri sebagai hari kemenangan, kemudian disempurnakan dengan membayar zakat fitrah untuk menyucikan harta. Di Hari Raya ini, umat muslim berbondong-bondong melaksanakan salat Id berjamaah, baik di masjid, lapangan ataupun alun-alun kota.

Di Indonesia sendiri, makna Idulfitri diserap dan diselaraskan bersama budaya yang ada, yakni mudik. Namun, banyak hal yang tak bisa kita lalui pada tahun ini. Mulai dari salat Tarawih berjamaah di masjid hingga larangan mudik ke kampung halaman. Ini semua akibat pandemi global Covid-19 yang mengharuskan kita diam #dirumahaja untuk menekan penyebaran virus tersebut.

Membahas tentang Idufitri, lazimnya masyarakat menuliskannya secara terpisah, yaitu Idul Fitri. Nah, bagaimana cara penulisan yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, penulisan kata yang tepat adalah Idulfitri/Idul·fit·ri/ n hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan.

Contoh: Idulfitri merefleksikan sebuah kemenangan atas perjuangan sebulan penuh menahan hawa nafsu.

Bila Idulfitri adalah lentera
Izinkan membuka tabirnya dengan maaf 
Agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari setiap khilaf
Mohon maaf lahir dan batin
Selamat Idulfitri 1441 Hijriah

 

Oleh Rury Yuliatri

http://disdik.jabarprov.go.id/

 


Print   Email

Related Articles