
Menyikapi musim kemarau panjang yang melanda Kota Tasikmalaya dalam beberapa bulan terakhir, keluarga besar SMA Negeri 5 Tasikmalaya menggelar salat Istisqa berjemaah di lapangan sekolah pada Jumat (09/10/2026) mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai.
Ibadah salat sunah untuk memohon diturunkannya hujan ini diikuti dengan khusyuk oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, staf tata usaha, hingga seluruh peserta didik. Jalannya salat Istisqa dipimpin oleh Ustadz Turijan, S.Pd.I., guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMAN 5 Tasikmalaya, serta didampingi oleh seluruh tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI.
Dampak Musim Kemarau Panjang di Kota Tasikmalaya
Fenomena kemarau berkepanjangan yang terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya dipicu oleh kondisi iklim kering yang dialami dalam beberapa bulan terakhir. Minimnya curah hujan ini menimbulkan sejumlah dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan:
-
Sebab:
-
Penyusutan cadangan air tanah dan air permukaan secara signifikan.
-
Menurunnya volume sumber air bersih milik warga serta instansi penyuplai air.
-
-
Akibat:
-
Kelangkaan air bersih untuk kebutuhan domestik dan sanitasi sehari-hari.
-
Meningkatnya risiko debu polusi udara yang memicu gangguan pernapasan (ISPA).
-
Ancaman kekeringan pada lahan pertanian dan perkebunan warga sekitar yang berpotensi menurunkan hasil panen.
-
Melalui kegiatan salat Istisqa ini, seluruh sivitas akademika SMAN 5 Tasikmalaya berharap ikhtiar spiritual yang dilakukan dapat membawa keberkahan dan segera mendatangkan hujan yang lebat serta bermanfaat untuk memulihkan kondisi lingkungan di Kota Tasikmalaya.